Tampilkan postingan dengan label Gadget. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gadget. Tampilkan semua postingan

Printer 3D Pertama Xiaomi di Tahun 2017

Printer 3D Pertama Xiaomi

Meski nama Xiaomi saat ini masih lekat dengan produk smaratphone, namun sebenarnya perusahaan asal Tiongkok ini memiliki banyak sekali produk-produk selain smartphone. Baru-baru ini perusahaan juga diketahui tengah menggarap produk baru berupa printer 3D. Ya, hal ini diketauhi berkat beberapa foto yang beredar, dimana pada foto tersebut menampilkan produk printer 3D dengan logo MI yang khas dengan produk milik Xiaomi.



Printer 3D Pertama Xiaomi

Saat ini, kita bisa menjumpai berbagai macam printer 3D buatan Tiongkok dengan harga yang terjangkau. amun jika produk itu yang mengeluarkan adalah Xiaomi, pasti ada sesuatu yang membuat kita lebih tertarik dengan produk Xiaomi, termasuk ekstra fitur, harga yang lebih murah, dan kualitas yang lebih baik.


Printer 3D Pertama Xiaomi Plastik


 
Bisa Anda lihat pada foto yang beredar tersebut, tampaknya Xiaomi membuat printer tersebut dari bahan plastik transparan dan memiliki dimensi yang terbilang kecil untuk printer 3D. Jika dilihat dari ukuran printer ini, tampaknya Xioami ini menyasar pengguna umum biasa atau pengguna rumahan, bukan untuk industri besar. Selain itu, diperkirakan harga dari printer 3D ini akan lebih murah dari merek lain.



Printer 3D Pertama Xiaomi Plastik

 
Sayangnya pada bocoran kali ini hanya tersedia foto saja, dimana untuk detil spesifikasi dari printer 3D ini belum diketahui. Namun diharapkan dalam beberapa hari kedepan bakal ada bocoran lain dari printer 3D Xiaomi ini, lengkap dengan rincian spesifikasi yang dimilikinya.

Tahun 2017 Apple Membuat Kacamata Pintar



Kacamata Pintar
Ilustrasi

Para raksasa teknologi dunia seperti Google memang sudah tidak asing lagi dengan wearable berupa kacamata pintar, karena mereka sebelumnya telah meluncurkan Google Glass. Namun sepertinya tak hanya Google yang akan bermain di bidang ini, karena nama-nama lain juga turut serta, seperti Snapchat dengan Spectacles, dan Microsoft dengan HoloLens. Sebagai salah satu raksasa teknologi dunia, tampaknya Apple juga tak ingin kalah dari mereka.

Menurut laporan dari Bloomberg, tampaknya sumber mereka telah mendengar bocoran baru, dimana Apple mempertimbangkan perangkat wearable baru yang akan datang dengan bentuk kacamata pintar. Namun perlu dicatatat, bawha saat ini tampaknya Apple lebih dalam tahap eksplorasi dan bukan perkembangan, yang berarti bahwa Apple masih menjajaki ide dan apa yang mungkin bisa dilakukan oleh wearable ini. 

Kantor Apple Pusat



Idenya adalah menghubungkan perangkat dengan iPhone dan akan mengandalkan teknologi augmented reality untuk memproyeksikan gambar ke lensa. Ya, penggunaan teknologi AR memang sangat tepat ketimbang teknologi VR, hal ini karena teknologi AR dapat lebih luas dalam hal penerapan ke perangkat wearable. 


Di sisi lain, Apple juga dikabarkan tengah menggarap pesanan kecil untuk near-eye display dari salah satu supplier mereka, namu yang harus diingat bahwa ini juga masih dalam tahap penjajakan. Dengan kata lain, belum dapat dipastikan apakah Apple akan benar-benar meluncurkan wearable ini atau tidak di masa depan.

beritateknologi

Sepatu Nike HyperAdapt - Bisa Ikat Tali Sendiri

Salah satu inovasi Nike adalah membuat sepatu yang memiliki kemampuan untuk menigikat tali sepatu sendiri. Sebelumnya, Nike telah menjual sepatu dengan kemampuan tersebut bernama Nike Mag, namun bagi Anda yang tidak kebagian sepatu tersebut bisa bersaing untuk mendapatkan sepatu lain yang tak kalah keren dari Nike.

Nike HyperAdapt

Nike HyperAdapt, merupakan sneakers dengan kemampuan mengikat tali sepatu sendiri yang akan mulai memasuki masa penjualan pada akhir bulan ini. Jika Anda bertanya-tanya berapa harga dari sneakers yang memiliki kemampuan unik ini, maka Anda akan sedikit khawatir karena sepatu ini dibanderol dengan harga yang terbilang tinggi.

Menurut pengumuman yang dilontarkan oleh Nike, harga dari Nike HyperAdapt ini sebesar $720 atau setara dengan Rp9,6 juta. Sebelumnya YouTuber bernama Jacques Slade juga pernah mengumumkan bahwa sepatu ini tidak akan lebih dari $1000 dan itu ternyata jauh lebih murah dari perkiraan Slade.

Namun tetap saja, untuk saat ini menggelontorkan uang sebesar Rp9,6 juta hanya untuk sepasang sneakers merupakan hal yang cukup gila, dimana rata-rata harga sneakers branded seperti Nike berada pada kisaran Rp1 juta hingga Rp2 jutaan.

Kendati demikian, hal ini tidak akan menjadi masalah bagi para kolektor sneakers dan penggemar berat sneakers untuk merogoh kocek sebanyak itu, dan mengingat kemampuan yang dimilikinya cukup unik dan wajar bila Nike HyperAdapt dibanderol dengan harga yang tinggi. Selain itu, Nike juga mengumumkan bahwa beberapa anggota Nike+ akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan sepatu ini pada tanggal 28 November nanti. Sementara untuk calon konsumen umum akan berkesempatan membeli sneakers ini pada bulan Desember.

beritateknologi 
Sebagai brand sepatu terkemuka di dunia, sudah sewajarnya jika Nike memiliki inovasi dalam meluncurkan produk terbarunya. Salah satu inovasi Nike adalah membuat sepatu yang memiliki kemampuan untuk menigikat tali sepatu sendiri. Sebelumnya, Nike telah menjual sepatu dengan kemampuan tersebut bernama Nike Mag, namun bagi Anda yang tidak kebagian sepatu tersebut bisa bersaing untuk mendapatkan sepatu lain yang tak kalah keren dari Nike.

Selengkapnya: https://www.beritateknologi.com/sepatu-nike-hyperadapt-yang-bisa-mengikat-tali-sepatu-sendiri-dibanderol-rp-9-jutaan/

Drone Selfie Pertama di Indonesia

Swafoto atau dikenal dengan selfie, kini telah menjadi tren di era millenial. Tak heran jika semakin banyak produsen perangkat yang melihat sektor tersebut sebagai ladang untuk berjualan.

Misalnya, vendor smartphone asal China, Xiaomi, yang turut pula menghadirkan perangkat selfie stick. Selain itu, teknologi kamera smartphone pun kian memanjakan pencinta jenis foto narsisme tersebut.

Drone Selfie Pertama di Indonesia


Kini, sebuah alat terbang nirawak atau disebut drone, tengah dikembangkan untuk menunjang kegiatan swafoto. Drone yang dinamakan AirSelfie ini kini tengah diuji coba dan masih dalam tahap prototipe.

Dikutip dari Phone Arena, Rabu (23/11/2016), profil mengenai keberadaan drone selfie tersebut kini berada di situs startup KickStarter.

AirSelfie memiliki ukuran yang hampir setara dengan sebuah smartphone, namun sedikit lebih tebal. Pengoperasian drone ini sendiri dikatakan dapat dikontrol melalui perangkat smartphone.
Di bagian bodinya tersemat kamera berukuran 5 megapiksel yang juga dapat merekam video berkualitas 1.280 x 720 piksel.

Sayangnya, drone selfie tersebut hanya mampu terbang setinggi 20 meter. Selain itu, durasi terbang pun hanya sebatas 3 menit saja. 

Jadi tunggu saja info berita terupdatenya di teknogigs.com kapan dirilisnya di Indonesia, pengganti tonsis yang sudah marak dan populer. Nixie adalah produk Drone Selfie yang pertama yang telah resmi rilis.

okezone

Cloth Pear Fresh, Masker Udara Milik Xiaomi


Melalui platform crowdfounding miliknya, Xiaomi baru-baru ini telah meluncurkan produk baru berupa masker penyegar udara 52-chip. Mengadopsi nama masker penyegar udara Cloth Pear Fresh, produk ini terdiri dari satu set masker dengan tata letak yang compact dan ramping, dimana berat keseluruhannya 50.5g yang membuatnya sangat ringan dan portabel.

Cloth Pear Fresh Xiaomi

Masker Cloth Pear ini menggunakan desain tiga dimensi, yang terhuhung dengan jahitan tangan dengan tekstil bermutu tinggi. Ada pula filter yang terbuat dari bahan halus yang mampu mencapai PM 2,5 filtrasi efisiensi hingga 99%. Di bagian depan filter dibuat menggunakan kain poliester berkualitas tinggi.


Cloth Pear Fresh Xiaomi


Sistem masker udara baru hadir dengan desain dua dapat dilepas, custom-built fan ultra-tipis, dengan kecepatan 3-tingkat, tombol power-on, dukungan pengisian, memori volume udara individu, jenis tombol filter cartridge yang membuat filter udara mudah memperbarui agar dapat menyaring udara-udara. 

Selain itu, Cloth Pear memiliki sistem masker udara segar baru berkelas high-density baterai polimer lithium-ion, dengan modul hemat energi, 4-8 jam untuk waktu pengisian. Masker ini dibanderol seharga 89 Yuan atau setara dengan Rp 172 ribuan. Bagamana tertarik untuk memiliki gadget yang cukup unik dari Xaomi ini?

berita teknologi





Bernama Mi Mouse, periferal ini merupakan mouse laser wireless yang memiliki dual-mode untuk konektivitasnya.

Selengkapnya: https://www.beritateknologi.com/xiaomi-luncurkan-mi-mouse-tampil-elegan-dengan-bodi-aluminium/

Tes HIV dengan USB Stick



Dengan pesatnya kemajuan dalam bidang teknologi, hal itu berdampak juga pada meningkatnya ilmu kedokteran karena kedua bidang ini sangat erat hubungannya. Penelitian saat ini memang banyak yang memanfaatkan kemajuan di bidang teknologi untuk mempelajari lebih lanjut mengenai obat dan hal-hal besar lainnya. Bahkan, perangkat seperti USB stick mampu melakukan tes HIV berkat para ilmuwan.

Tes HIV dengan USB Stick

 
Sekelompok ilmuwan dari Imperial College London, Inggris telah menciptakan sebuah perangkat USB yang bekerja sama dengan perusahaan teknologi DNA Electronics. USB stick ini hanya membutuhkan satu tetes darah untuk mengukur kadar HIV-1. Perangkat ini menciptakan sinyal listrik yang saat dimasukkan ke komputer atau perangkat mobile dapat memberikan hasilnya.

Tentu saja tes menggunakan perangkat ini dapat dengan mudah dilakukan oleh pasien HIV untuk memantau pengobatan mereka sendiri dan ini juga sangat bermanfaat bagi pasien yang tinggal di daerah terpencil, dimana tes standar HIV mungkin tidak tersedia di sana. 

Diterbitkan pertama kali dalam jurnal Scientific Reports atau LaporanIlmiah, USB stick ini sangat akurat dalam mengukur dan memberikan hasil tes kurang dari 30 menit. Tentu aja, cara ini lebih cepat ketimbang menggunakan cara konvensional yang harus melewati beberapa tahap seperti mengirimkan sampel darah ke laboratorium dan kemudian harus menunggu hasilnya terlebih dahulu. Bahkan cara ini memakan waktu hingga 3 hari. 


USB stick ini memiliki akurasi rasio 95% dalam 991 dampel darah yang digunakan dalam tahap pengujian. Rata-rata waktu yang dibutuhkan dalam menguji satu sample darah adalah 21 menit. Meski teknologi ini masih dalam tahap awal pengembangan, namun ini merupakan awal yang baik dalam menciptakan cara lebih mudah bagi kehidupan manusia. Di sisi lain, para ilmuwan kini juga tampaknya tertarik untuk menggunakan metode yang sama dalam mendeteksi virus lain seperti hepatitis.